Analisa Heuristic Evaluation Studi Kasus Yummy App

  • 5 min read
  • Dec 20, 2020
Hosting Unlimited Indonesia

Analisa Heuristic Evaluation sangatlah mudah dipelajari. Analisa ini banyak digunakan oleh mahasiswa ketika kehabisan ide dalam tema penelitian mengenai analisa. Di tempat saya kuliah, sering digunakan dalam penelitian Kerja Praktik. Agar lebih mudah dipahami kita akan langsung praktik pada aplikasi Yummy App.

Aplikasi Yummy App adalah aplikasi resep makanan, minuman, kue, hingga camilan yang dikemas praktis oleh developer IDN Media. Apa saja fitur-fitur di dalamnya ?.

Informasi tersebut bisa kamu dapatkan langsung di deskripsi aplikasi di Play Store. Aplikasi ini terbilang sukses, dengan ratings 4.5 dan total jumlah download-nya mencapai 15 ribu user. Untuk mendapatkan jawaban mengapa Yummy App begitu populer, saya akan mewawancarai langsung seorang koki dari salah satu UMKM basis masakan rumahan Yogyakarta.

Agar lebih menarik, saya akan meneliti Yummy App berdasarkan Heuristic Evaluation.

Analisa Heuristic Evaluation

Pastinya kamu bertanya-tanya apa itu Heuristic Evalutaion ?. Heuristic Evaluation menurut Nielsen & Mark, adalah metode inspeksi yang melibatkan ahli usabilty untuk menilai apakah elemen-elemen yang ada pada suatu sistem mengikuti prinsip usability.

Skala penilaian tiap prinsip Heuristic Evaluation ini menggunakan severy ratings, dimulai dari nilai 1 sampai 4.

Nilai 1 menyatakan bahwa, kesalahan pada sistem tidak menganggu pekerjaan pengguna. 2 menyatakan kesalahan pada sistem berpotensi menganggu sistem namun prioritas rendah. 3, kesalahan sangat disarankan diperbaiki dengan prioritas tinggi. 4, yakni nilai terakhir menyatakan bahwa kesalahan sistem wajib dilakukan.

Jadi semakin kecil nilai yang didapat dari analisis HE (saya persingkat dari Heuristic Evaluation) pada sistem, maka sistem tersebut dapat dikatakan berhasil.

Adapun prinsip usability yang menjadi patokan penilaian adalah 10 prinsip di bawah ini…

Analisa Heuristic Evaluation
sumber : google images

10 Prinsip Analisa Heuristic Evaluation

1. Visibility of system status. Artinya sistem menginformasikan secara jelas pada pengguna apa yang sedang terjadi pada sistem, dan setelahnya pengguna dapat melakukan kegiatan tertentu. Contoh sederhana terdapat pada sistem lampu lalu lintas. Ketika lampu merah dan menampilkan angka yang dihitung mundur, maka secara tidak langsung menginfokan pada pemilik kendaraan untuk berhenti dan menunggu hitungan mundur selesai.

2. Match between system and the real world. Sistem memiliki keterkaitan kuat dengan dunia nyata dari pengguna, atau kata mudahnya, sistem mengikuti trend yang ada.

3. User control and freedom. Pengguna sistem tersebut memiliki kebebasan dalam menentukan seperti apa hasil akhir pekerjaan yang dilakukan berdasarkan framework sistem. Contohnya seperti perintah undo, redo, delete, ataupun add file.

4. Consistency and standard. Desain tampilan sistem memiliki standar baku yang digunakan secara konsisten untuk tiap bagian sistem, sehingga tidak membingungkan pengguna. Saya kasih contoh desain deskripsi barang pada toko online selalu punya pattern tetap.

sumber : andrimarza/medium

5. Error prevention. Adanya prosedur yang mudah dimengerti oleh pengguna sehingga kesalahan dapat dihindarkan. Saya kasih contoh mudahnya, ketika kamu men-close dokumen word tanpa menyimpannya, maka word akan memberikan kamu pertanyaan di bawah ini.

sumber : andrimarza/medium
Lanjut Baca

6. Recognition rather than recall. Usaha pengguna untuk mengingat prosedur sistem tidaklah dibuat rumit. Gambar Heuristic Evaluation di atas menjelaskan bahwa konten turn left dengan panah lebih mudah diingat, ketimbang yang tidak.

7.  Flexibility and efficiency of use. Sistem dapat digunakan oleh segala jenis pengguna, tidak terbatas pada kriteria pengguna tertentu

8. Aesthetict and minimalist design. Tidak ada informasi yang tidak relevan dengan sistem.

9. Help user recognize, diagnose and recovers users. Pesan kesalahan yang tampil dinyatakan dalam bahasa yang sederhana sekaligus menyertakan solusi permasalahan. Contoh gambar di bawah ini.

sumber : andrimarza/medium

10. Help and documentation. Terdapat semacam fitur yang menjelaskan cara kerja prosedur dalam sistem, atau dapat disebut sebagai guideline. Kita akan lebih mudah mengenalnya dengan FAQ (Frequently Asked Questions).

Analisa Yummy App

sumber : SegoAbul Jogja

Saya mencoba mereview aplikasi ini langsung pada koki Sego Abul Jogja, sebuah UMKM basis masakan rumahan, yang ada di Jln. Rejowinangun,No. 36B, Kota Gede, Yogyakarta, DIY. Terdapat 3 koki pada bisnis masakan rumahan tersebut.

Adapun makanan yang dijual oleh Sego Abul bervariasi mulai dari tahu tempe sampai ayam geprek. Harga yang dipatok terjangkau terutama bagi anak-anak kost yang mencari makanan. Dimulai kisaran dari Rp.6.000 sampai Rp.15.000. Sesuai dengan makna arti Abul yang berarti akhir.

Saya sudah mewawancari salah satu kokinya yang bernama Mas Revani Saputra. Mas Revan panggilan akrabnya, mulai usaha ini sejak pertengahan tahun 2020. Ide ini berawal dari latarbelakang perekenomian anak kost Jogja yang relatif sederhana. Dalam pembuatan makanannya, Mas Revan banyak belajar dari mentor dan bantuan platform online seperti Youtube dan Pinterest.

Dengan niat membantu menambah wawasan kuliner Mas Revan, saya pun memberi info aplikasi resep makanan yang sesuai dan interaktif. Ya, benar aplikasi itu adalah Yummy App.

Saat saya mencoba menjelaskan aplikasi ini pertama kali kepada Mas Revan, dia beranggapan bahwa aplikasi itu akan sama saja seperti konten konten memasak umumnya di platform online.

Hipotesis ini tentunya berlandaskan pada segudang pengalaman Mas Revan yang mengatakan bahwa aplikasi berbasis ide serupa cenderung monoton.

Namun, setelah mencoba aplikasi ini lebih dalam, hipotesis Mas Revan tersebut salah besar. Ia banyak mengatakan hal-hal positif tentang Yummy App di handphone saya. Keterangan Mas Revan Ini saya perkuat dengan analisis Heuristic Evaluation dari saya sebagai mahasiswa Sistem Informasi.

Aplikasi Mudah DiPahami dan Cepat DiOperasikan

sumber : andrimarza/medium

Mas Revan menuturkan bahwa aplikasi ini mudah dipahami, user friendly. Desain tidak membosankan serta mengikuti perkembangan desain aplikasi terbaru. Mas Revan menuturkan pola desain yang mengikuti perkembangan itulah yang membuat Mas Revan cepat mengerti.

Sekilas, Mas Revan mengatakan bahwa aplikasi ini mirip dengan aplikasi jual beli online, namun memiliki fokus dan tujuan yang berbeda 180 °. Langsung nyetelnya Mas Revan pada aplikasi tidak lain aplikasi ini memiliki nilai yang bagus dalam prinsip HE, yakni dalam prinsip visibility of system status.

sumber : andrimarza/medium

Aplikasi memasak ini juga memiliki konsistensi dalam penyajian konten resep makanan. Tiap resep makanan tersebut selalu diawali dengan sebuah video lalu pemberian rating. Pola ini memberikan nilai sempurna prinsip HE berikut yakni consistency and standard.

Mas Revan menuturkan bahwa aplikasi ini tidak hanya cocok untuk wanita, namun juga laki-laki. Mas Revan juga sangat menyayangkan mengapa seksisme perihal memaksa masih berlaku di pandangan masyarakat. Video konten memasak dikemas dengan apik serta tidak menampilkan kokinya, perlahan akan menghilangkan seksisme “Memasak Adalah Kerjanya Wanita”.

Informasi yang dicari sesuai dengan kata keyword yang dicari. Ketika Mas Revan mencari resep sate, aplikasi hanya menampilkan informasi sesuai perintah. Hal ini memenuhi prinsip HE, aesthetict and minimalist design.

sumber : andrimarza/medium

Aplikasi ini kian mudah dimengerti karena dilengkapi fitur bantuan yang menjelaskan cara penggunaan fitur yang ada. Fitur bantuan ini dapat diperoleh dari menu pengaturan akun.

Bukan Sekedar Aplikasi Konten Video Memasak

Hipotesis Mas Revan kian menghilang takkala ia tau bahwa aplikasi ini, lebih dari sekedar berbagi konten memasak. Yummy App menyajikan banyak inspirasi resep berdasarkan rating dari para penikmat kuliner Indonesia, dari fitur trending, dan dari akun official. Inspirasi tersebut selain berbentuk video, inspirasi juga terpampang nyata dalam sebuah keterangan yang sangat lengkap.

Jadi referensi masak kamu bukan hanya dari tim Yummy App.

Sosial medianya para koki dan calon koki hebat Indonesia. Ajang personal branding yang bagus, yang pasti laki-laki jadi bisa memasak dengan Yummy App, ujar Mas Revan

Kalimat ini muncul berkat fitur canggih dari Yummy App, yang menyediakan media berbagi resep. Fitur ini sangat mudah dijalankan. Dalam dunia analisis usability, fitur ini sudah memenuhi prinsip HE, user control and freedom.

Fitur pencarian resep Yummy App, juga menyediakan kebebasan pada pengguna dengan filter yang disediakan, mulai dari harga bahan, durasi memasak, dan porsinya.

analisa fitur pencarian
sumber : andrimarza/medium

Di sini mungkin kamu bertanya-tanya apa untungnya berbagi resep dengan Yummy App ?.

Setiap unggahan resep di Yummy App, akan dihitung sebagai poin. Setiap poin kemudian bisa diuangkan. Wah, hebat bukan ?. Selain itu, kamu bisa menambah pundi-pundi uang kamu dengan mengundang teman-teman kamu untuk mengunduh Yummy App

Mas Revan sendiri paling suka akan fitur trending dari Yummy App. Fitur ini menjadikan Mas Revan untuk tau kuliner apa yang lagi digemari. Fitur ini tentu sesuai prinsip HE yang kedua, yakni match between system and real world, bahwa seseorang tentunya mengharapkan bahwa resep yang dibagikan tidak sia-sia begitu saja.

analisa market
sumber : andrimarza/medium

Saran Analisa Pengembangan Aplikasi

Bukan ngereview namanya kalau isinya bagus-bagus semua ya. Ibarat kamu nonton review handphone, kamu pastinya butuh informasi berimbang, antara kelebihan dan kekurangan.

Saat dicoba, aplikasi mengalami permasalahan di menu Masak, dan tidak keterangan apapun di sana untuk mengatasinya. Namun beberapa saat kemudian menu Masak kembali berfungsi seperti biasanya.

Selebihnya, Mas Revan mengatakan bahwa aplikasi Yummy App, Perfecto

Mas Revan memberikan saran agar promosi aplikasi ini lebih booming lagi dan menonjolkan sisi upload resep agar jadi pundi pundi bagi penggunanya. Aplikasi, katanya akan perlahan-lahan mampu mengajak kaum adam untuk segera melatih skill memasaknya.

Ya, hitung-hitung juga persiapan menjadi pemain pengganti dalam hal masak bila sudah beristri, dan istrinya sedang bepergian

Kesimpulan

hasil analisa
sumber : andrimarza/medium

Tunggu apa lagi ? segera download aplikasinya di Play Store, hilangkan seksisme “Memasak Adalah Kerjanya Wanita” dan rasakan sendiri apakah analisa benar atau tidak.

Selain menulis di medium, admin juga menulis di inwepo.co dan akan lebih banyak menulis artikel trik teknologi di sana ketimbang di lautanit.com.

sumber : reupload dari artikel medium admin

Hosting Unlimited Indonesia
Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *