Internet of Plastic Things Berhasil Diciptakan Peneliti Ini

  • 3 min read
  • Oct 31, 2020
IoT, Internet of Things, Internet of Plastic Things
Hosting Unlimited Indonesia

Internet of Plastic Things adalah tanda peneliti peneliti hebat teknologi dari zaman dahulu sampai sekarang terus bermunculan. Ya, teknologi jaringan, yakni internet jadi salah satu teknologi yang sedang giat-giat dikembangkan adalah Adanya jaringan 5G [G bermakna GPRS (General Packet Radio Service)], IoT (Internet of Things), hingga AIoT (Artificial Intelligence of Things). Terbaru, terdapat sebuah terobosan yang dengannya, keberlangsungan lingkungan terjaga.

Terobosan tersebut berasal dari peneliti Washington dan bernama Internet of Plastic Things. Plastik ?. Sama seperti kamu, admin juga terkejut membacanya. Berita ini admin dapat dari situs Institute of Electrical and Electronical Engineers

Lalu bagaimana jadinya ? apakah benar seonggok plastik dapat digunakan bisa menjadi media berbagi informasi ?.

Simak artikel lebih mendalam di sini…

Apa Itu Internet of Plastic Things ?

Internet Of Plastic Things hadir dari kurang tajamnya penafsiran banyak orang tentang konsep sederhana IoT. Yang dimaksud kurang di sini adalah mereka seakan tidak bahwa semua benda dapat bersinergi dalam jaringan internet. Bahkan temasuk plastik sekalipun dapat digunakan untuk mengumpulkan dan memproses data komunikasi.

Kekurang-tajaman penafsiran ini dimanfaatkan oleh peneliti dari University of Washington. Mereka berhasil membuat 3D printed yang dapat membuat objek untuk melakukan komunikasi dengan smartphone ataupun perangkat Wi-Fi.

Uniknya, 3D printed digunakan tanpa menambah atribut baterai atau elektronik.

Perbedaannya Dengan IoT Maupun AIoT

Hasil penelitian tersebut sudah dapat memberikan kita sebuah gambaran jelas bahwa defenisi dari Internet of Plastic Things mirip dengan IoT, hanya berbeda pada media yang digunakan serta tidak perlu memerlukan atribut elektronik.

Konsep ini tentu tidak hadir begitu saja. peneliti sebelumnya yang juga berasal dari University of Washington, tahun 2014, merancang suatu perangkat yang menjadi cikal bakal Internet of Plastic Things lebih sempurna .

Perangkat tersebut dilengkapi dengan sebuah chip tanpa baterai yang mengirimkan bit data hasil refleksi ataupun tidak dari sinyal router. Backscattering yang kemudian dimodulasi perangkat tersebutlah, yang menjadikannya dapat melalukan komunikasi data.

Wi-Fi backscattering yang terjadi masih memerlukan beberapa atribut elektronik yang tidak bisa dibilang mudah dimengerti. Terdapat RF switches untuk peralihan kondisi reflek dan non-reflek serta logika digital.

Penelitian terbaru berjalan sempurna tanpa media elektronik berkat rancangan analog non-elektronik yang dapat dicetak untuk masing-masing komponen elektronik. Pencetakkan tersebut dirancang dengan filamen plastik dan terintegrasi dengan sistem komputasi.

Adapun AIoT, dapat kombinasi sempurna antara Artificial Intelligence dan Internet of Things, AI bertugas untuk menerima informasi secara real-time dari jaringan global. Setelah menerimanya, data tersebut akan dianalisa untuk kemudian ditransfer pada IoT untuk diolah lagi.

Cara Kerja Internet Of Plastic Things

Bagaimana cara kerjanya ?

University Of Washington Internet of Plastic Things
Team Demo 3D Printed, sumber : IEEE

Shyam Gollakota, Vikram Iyer dan Justin Chan, menjelaskan bahwa perangkat IoPT ini bergerak menggunakan mekanisme pengerak informasi berbentuk nirkabel. Mereka membuat model CAD, sehingga pencetakan 3D dapat membuat objek IoT baru.

Gerakan mekanis tersebut diterjemahkan untuk memberikan sebuah daya pada perangkat.

Kami menerjemahkan gerakan mekanis ini menjadi perubahan dalam pantulan antena untuk kemudian melakukan komunikasi data, katakanlah ada pemancar Wi-Fi mengirim sinyal. Sinyal datang memantul dari benda plastik, dan jumlah pantulan tersebut kami kontrol dengan modulasi dalam sebuah gerakan mekani ujar Gollakota

Benda plastik tersebut akan dilengkap filamen plastik komposut bersifat konduktif. Plastik tersebut dapat memantulkan sinyal Wi-Fi yang datang dengan sebuah antena sesuai dengan bahan plastik tersebut.

Komunikasi data yang telah diterkumpul kemudian diterjemahan dari bit 0 dan 1 tradisional menuju pengkodean bit tertentu. Pengkodean tersebut bergantung pada jenis bit yang dipancarkan, 0 dan 1.

Penelitian ini dapat dikembangkan untuk kemudian hari menjawab kondisi media di tempat perawatan, seperti pemeriksaan seberapa besar penggunaan insulin dalam tubuh seseorang, menginfokan kapan botol minum (termasuk galon) harus segera diisi atau belum.

Kesimpulan

Internet of Plastic Things, adalah penyempurnaan dari konsep IoT. Artinya sebuah plastik tanpa media elektronik sekalipun dapat menyalurkan sinyal untuk kemudian digunakan sebagai komunikasi data. Konsep ini telah ditemukan oleh peneliti University of Washington. Baca artikelnya di sini ya

sumber : spectrum.ieee.org

Hosting Unlimited Indonesia
Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *