Smart City ? Apa Itu Dan Bagaimana Sejarahnya ?

  • 4 min read
  • Oct 27, 2020
Hosting Unlimited Indonesia

Smart City, adalah istillah yang sering kita dengar, terutama dalam permasalahan e-government. E-government adalah istillah yang merujuk pada sistem pemerintahan yang dimodifikasi dengan bantuan perangkat elektronik (teknologi). Tujuan e-government adalah memperluas jaringan informasi kepada masyarakat agar mendapatkan pelayanan pemerintah. Salah satu contoh e-government adalah sistem berupa aplikasi ataupun dari lembaga resmi milik pemerintah.

Contoh di Yogyakarta, terdapat e-lapor DIY, jogjakota.go.id, opendata.jogjakota.go.id, sirapat.jogjakota.go.id, pariwisata.jogjakota.go.id, Jogja Smart Service, Jogja Pass dan lain-lain. Admin berencana untuk mengupas salah satu dari teknologi tersebut di artikel yang akan datang.

Lalu apa itu Kota Pintar ini ?

Pengertian Smart City

Dari literatur yang admin gunakan, smart city memiliki pengertian yang hampir sama dengan e-governement. Perbedaan defenisi terletak pada ruang lingkup, yakni smart city berfokus pada satu kota. Smart City adalah kota yang mampu menggunakan SDM (Sumber Daya Manusia), modal sosial, dan perangkat telekomunikasi untuk saling bersinergi dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Defenisi sedikit berbeda diutarakan oleh Suharsono, (dalam literatur yang sama), bahwa smart city tidak melulu tentang penggunaan teknologi. Apabila kota dapat mengelola SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM dengan baik, maka kota tersebut dapat dikatakan sebagai smart city. 

Terdapat 3 konsep dalam pelaksanaan smart city. 3 konsep itu adalah;

  1. Konsep yang diterapkan oleh sistem pemerintahan daerah
  2. Mensyaratkan pengelolaan terhadap segala bentuk sumber daya secara efektif dan efisien
  3. Mampu menjalankan fungsi penyedia informasi secara baik kepada masyarakat.

Menjalankan konsep ini tidaklah sekedar menyediakan teknologi untuk proses pelayanan masyarakat. Diperlukan landasan pikiran kuat yang strategis dan kreatif. Dimulai dari identifikasi masalah, klarifikasi masalah, abstraksi, dan penentuan penyelesaian masalah bisnis.

Tentu saja hal ini dimaksudkan agar teknologi dalam konsep Kota Pintar tidak terbuang percuma.

Smart City, harus terdapat konsep sensing, understanding, dan controlling permasalahan yang ada. Deakin dan Al Wear juga menjelaskan bahwa terdapat 4 faktor kontribusi penting dalam smart city. Berikut adalah penjelasan keduanya dalam sebuah infografik

Infografik Smart City
Infografik Smart City, sumber : arsip lautanit

IoT dan Dimensi Smart City

IoT (Internet of Things) merupakan bagian penting dari konsep Kota Pintar terbarukan. Bahkan IoT dapat dikombinasikan dengan Artificial Intelligence sehingga memberikan defenisi baru yakni AIoT (Artificial Intelligence of Things). Pada dasarnya IoT dapat bekerja dengan bantuan teknologi bernama Big Data.

Big Data merupakan kumpulan-kumpulan data dengan kapasistas yang besar serta kompleks, yang posisinya berada pada titik sentralisasi data, dengan 4 jenis prinsip di dalamnya. 4 jenis prinsip tersebut adalah volume, variety, speed, veracity. 

Adanya IoT tentu akan memudahkan masyarakat dalam mengatur segala aspek kehidupannya agar menjadi smart.  Terdapat 6 aspek atau dimensi dari smart city.  6 dimensi tersebut adalah smart government, economy, people, mobility, environment, living.

  1. Government mengacu pada kata kunci Good Government. Tujuannya adalah mengurangi kesenjangan di tingkat kota hingga tingkat terbawah.
  2. Economy dapat berupa program pemberdayaan masyarakat melalui UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan koperasi.
  3. People, lebih kepada pengaplikasian nilai sosial seperti gotong royong, toleransi, saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
  4. Mobilty, berkaitan langsung dengan infrasktruktur agar pergerakkan masyarakat luwes dan nyaman, contoh saja transportasi umum atau fasilitas umum lain seperti rumah sakit.
  5. Enviroment, menumbuhkan awareness masyarakat akan penting program AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), atau juga memberikan pengertian betapa pentingnya menjaga mutu lingkungan.
  6. Living, sama seperti environment namun ruang lingkup lebih kecil yakni berdasarkan lingkungan masing-masing individu.

Kota Pintar Pertama Kali Dalam Dunia

Mungkin inilah pertanyaan yang dari tadi kamu tanyakan dalam hati. Kota apa yang pertama kali dijuluki sebagai kota pintar ?.

Bila menilik perkembangan defenisi Kota Pintar yang erat hubungannya dengan teknologi, maka kota-kota di Amerika adalah jawabannya. Jawaban ini cukup logis mengingat perkembangan teknologi seperti komputer yang ddominasi oleh negeri Paman Sam. Terminologi ini pertama kali didapatkan kegiatan Biro Pengembangan Komunitas di Los Angeles yang menggunakan basis data komputer dan fotografi udara basis infrared untuk klarifikasi lingkungan kota tersebut.

Hal ini ditujukan untuk mendapatkan laporan berbentuk demografi lingkungan dan kualitas perumahan untuk atasi kesenjangan sosial. Mark Vallianatos, seorang analisis kebijakan mengatakan bahwa hal ini telah dilakukan sejak akhir tahun 60an hinga 70an.

Kesuksesan Biro Pengembangan Komunitas LA tersebut lalu diikuti oleh kota-kota lain di Amerika Serikat.

Tahun 1994, Amsterdam, Belanda, mengadopsi bagian dari konsep smart city, yakni digital city. Sistem tersebut dapat memungkinkan warga dan politisi untuk saling terhubung dalam sebuah website, untuk membahas solusi masalah sosial.

Namun, istillah Smart City belumlah resmi sampai pada 2007, Smart Cities-European Medium Sized City terbentuk. Tahun 2009, perusahaan teknologi terbesar dunia IBM (International Business Machine) memberikan guideline pada pemerintah untuk pelaksanaan Smart City. Dua tahun berikutnya, Amerika membangun kelompok studi Smart Cities skala besar yakni Digital City Survey.

Perkembangan Kota Pintar Di Indonesia

Di Indonesia perkembangan teknologi ini terjadi secara perlahan. Di mulai dari tahun 1994, saat Kementerian Perhubungan RI bekerja sama dengan Sainco Traffico dan Siemens untuk membangun Area Traffic Control System. Sebuah sistem yang dilengkapi dengan sensor, untuk menghitung jumlah kendaraan lewat pada satu ruas jalan. Teknologi itu juga memungkinkan untuk mengatur waktu lampu merah menyala sesuai kondisi.

Tahun 1999, pemerintah membuat Undang Undang no 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. 2 tahun setelahnya, melaui InPres (Intruksi Presiden) no 6, tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika Di Indonesia, menyatakan bahwa aparat pemerintahan wajib menggunakan teknologi untuk proses good governence.

Saat itu, mendadak hadir 369 situs web resmi lembaga pemerintah. Perkembangan lain dari konsep smart city datang dari dimensi smart mobility. Yakni penggunaan BRT (Bus Rapid Transit). Sebuah bus yang memiliki jalur tersendiri tanpa terganggu lampu merah.

2010, konsep Kota Pintar mulai kentara berkat kinerja Wali Kota Surabaya saat itu Tri Rismaharini. Ia bersama dengan bawahannya, berhasil membangun e-government untuk mempercepat proses birokrasi.

2014, Ridwan Kamil membangun command center. Command center diperuntukkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan yang telah dibuat SKPD berjumlah 394 aplikasi dan web. Command Center ini memiliki 2 fungsi yakni pelayanan publik ke luar melalui media Panic Button, Lapor, NPTD 112 dan pelayanan yang diintegrasikan dengan sistem pemerintahan daerah.

2017, di Makassar, Kemkominfo menginisiasi “Gerakan Menuju 100 Smart City“. Di tahun tersebut telah bergabung 24 Kabupaten Kota yang siap menyususn masterplan serta quick win. Tahun 2017, tercatat telah tergabung sekitar 50 Kabupaten Kota.

Kesimpulan

Smart City adalah pengaplikasi program e-goverment dengan ruang lingkup terbatas pada satu kota. Pelaksanaan ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Adapun cikal bakal terminologi ini berasal dari Amerika Serikat dan resmi mendapatkan istillah smart city pada tahun 2007, dari Smart Cities-European Medium Sized City. Di Indonesia, cikal bakalnya dimulai dari Kementrian Perhubungan yang mengunakan Area Traffic Control System, hingga sekarang.

sumber : di bawah

Lubis, Iman dan Safii, Mohammad. 2018. Smart Economy Kota Tangerang Selatan. Tangerang Selatan : PT. Karya Abadi Mitra Indo

smartcityindo.com

Hosting Unlimited Indonesia
Related Post :

2 thoughts on “Smart City ? Apa Itu Dan Bagaimana Sejarahnya ?

  1. Saya rasa Smart City terbaik saat ini di Indonesia saat ini ada 3, yakni Jakarta, selain karena Ibu Kota, Surabaya dan Bandung. Tapi di Jogja juga lagi gencar pembangunan menuju Smart Citynya. Kaya banyak akses WiFi publik dan aplikasi layanan masyarakat resmi dari pemerintah Jogja bertebaran di Play Store. Di tunggu min, bedah aplikasi layanan masyarakat dari Jogjanya..

  2. Yaps, benar sekali, Jogja lagi giat pembangunan menuju Smart Citynya…Bahkan bisa dibilang Jogja sudah, ya Smart City. Admin berencana mengupas salah satu teknologi basis website dari pemerintah Jogja itu juga kok, nantikan saja ya artikel mendatang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *