Penjelasan Lengkap 7 Layer OSI Beserta Cara Kerjanya

  • 4 min read
  • Jul 03, 2020
Penjelasan Lengkap OSI Layer
Hosting Unlimited Indonesia

OSI (Open System Interconnection) layer, adalah bagian penting dalam jaringan komputer. Bagian tersebut terdiri dari 7 lapisan. 7 lapisan itu saling bekerja sama satu sama lain, agar data dapat tampil kepada end-user. Literatur yang admin gunakan, menjelaskan bahwa ANSI (American National Standard Institute), adalah lembaga pertama  menyerahkan proposal OSI kepada ISO (International Standard for Standardization) dan ITU-T (International Telecommunications Unit Telecommunication Standardization Sector). 

Latar belakang proposal OSI, adalah bagian dari upaya membangun komunikasi dengan protokol komunikasi. Dari OSI, lahirlah paket protokol OSI dan model referensi OSI.

Mari kita bahas mendalam apa sebenarnya itu OSI…

Pengertian OSI Layer

Model referensi OSI, adalah model referensi standar untuk komunikasi data antara node jaringan. Kita dapat melihat pengertian lebih lanjut mengenai OSI dari 2 cara penglihatan berbeda. Pertama dari sudut pandang pengguna, dan kedua dari sudut pandang vendor. OSI dilihat sebagai alat mendefeni dan memahami jaringan bekerja. Sudut pandang vendor, lebih pada alat untuk pengembangan produk kepada pelanggan.

Model referensi OSI, dibagi menjadi 7 lapisan. 7 Lapisan tersebut memiliki dua bagian, yakni bagian bawah dan bagian atas. Bagian bawah berisikan 3 lapisan untuk meneruskan data antara node jaringan. Sedangkan bagian atas berisikan 4 lapisan yang digunakan untuk proses data ke end users.

Gambar

Ada trik mudah untuk menghafal ketujuh lapisan OSI. Yakni dengan cukup mengingat huruf pertama dari setiap nama layer, sesuai urutan, dan ganti dengan kata-kata yang cocok menjadi kalimat. Contoh;

Application-Presentation-Session-Transport-Network-Data Link-Physical

Menjadi;

All-People-Seem-To-Need-Data-Processing.

Setelah kita mengetahui apa itu OSI layer, saatnya kita untuk mengetahui detail dari tiap lapisan yang ada.

7 Lapisan OSI

Setiap lapisan OSI bekerja dengan lapisan di atas dan di bawahnya, untuk tujuan utama yakni tranmisi data. Tiap-tiap lapisan juga akan membawa protokol masing-masing untuk proses kerja sesuai fungsi dari lapisan tersebut. Cara kerja dari OSI layer dapat dilihat pada gambar dibawah.

cara kerja OSI
cara kerja OSI (sumber : minatbelajar.com)

Ketika seseorang mengirimkan email kepada orang lain, maka email tersebut akan masuk ke lapisan paling akhir yakni aplikasi, menuju lapisan paling bawah, yakni physical. Lapisan paling bawah ini kemudian mengirimkan data kepada lapisan physical dari tujuan email tersebut. Emial kemudian diproses dari lapisan menuju lapisan akhir yakni aplikasi dari penerima email.

Application layer

Lapisan ini berisikan sistem operasi yang memungkinkan program aplikasi berinteraksi dengan jaringan. Aplikasi yang dimaksud bukanlah aplikasi yang berinteraksi langsung dengan pengguna. Melainkan aplikasi yang berinteraksi dengan jaringan.

Contoh ketika mengirim email, maka aplikasi yang dimaksud aplikasi penentuan protokol yang digunakan dalam pengiriman. Satu contoh lagi, ketika kita menggunakan FTP (File Transfer Protocol). Application layer didefinisikan sebagai alat yang menentukan protokol untuk transfer file. Jadi aplikasi FTP yang digunakan oleh pengguna, bukanlah application layer yang dimaksud.

Application layer juga mengirimkan permintaan layanan kepada lapisan dibawahnya, yakni lapisan presentasi.

Contoh application layer adalah;

  • ACSE (Association Control Service Element)
  • CMIP (Common Management Information Protocol)
  • CMIS (Common Management Information Service)
  • CMOT (CMIP over TCP/IP)
  • DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
  • FTAM (File Transfer Access and Management)
  • FTP (File Transfer Protocol)
  • HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
  • IRC (Internet Relay Chat)
  • NFS (Network File System)
  • POP3 (Post Office Protocol 3)
  • dan lain-lain.

Presentation layer

Presentation layer, bertugas untuk menanggapi permintaan layanan dari lapisan aplikasi, dan juga mengirimkan permintaan layanan ke session layer. Tidak hanya itu, lapisan ini juga punya andil untuk menerima data dari lapisan dibawahnya untuk disajikan kepada lapisan paling, yakni appilcation layer. Presentasi layer juga memiliki banyak fungsi lain seperti;

  • Encryption services
  • Decryption services
  • Data compression services
  • Data decompression services
  • Translation services

Sebenarnya application layer, dapat bekerja tanpa presentation layer, dengan mengandalkan kemampuan session layer. Namun, kedua layer tersebut masih jauh bila dibanding presentation layer, dalam hal penerjemahan data ke layer aplikasi. Presentation layer dapat mendefenisi berbagai format data, contoh;

  • ASCII (American Standard Code for Information Interchange)
  • Binary
  • EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Intechange Code)
  • JPEG (Joint Photographic Experts Group)
  • MIDI (Music Instrument Digital Interface)

Session layer

Layer ini bertanggung jawab untuk mengatur komunikasi antar node. Menanggapi permintaan layanan dari layer diatasnya, serta mengirimkan permintaan layanan ke  transport layer. Bekerja dengan membuat sesi komunikasi, sekaligus mengelolanya hingga sesi berakhir. Berikut adalah beberapa contoh format data yang lapisan ini dapat defenisikan;

  • NetBIOS (Network Basic Input/Output System)
  • NFS (Network File System )
  • SSH (Secure Shell)
  • SQL (Structured Query Language)

Transport layer

Transport layer bekerja sebagai pengambil data dari endpoint to endpoint. Menerima permintaan dari lapisan diatasnya, dan lalu mengirimkannya ke network layer. Lapisan ini memastikan bahwa data tiba dalam urutan yang benar. Tidak hanya itu lapisan ini juga memiliki banyak fungsi lain, yakni;

  • Memastikan koneksi yang buat dalam keadaan baik
  • Sebagai alat bongkar pasang aliran data yang besar
  • flow control
  • error recovery
  • Data sequence

Transport layer bekerja dengan protokol standar, beberapa diantaranya adalah;

  • ATP (AppleTalk Transaction Protocol)
  • TCP (Transmission Control Protocol)
  • UDP (User Datagram Protocol)
  • SPX (Sequenced Packet Exchange)

Network layer

Network layer berfungsi untuk menukar data antar node, dengan beberapa node bertindak sebagai router untuk merutekan setiap paket dari endpoint to endpoint. Lapisan ini dapat mengirimkan sejumlah data ke pengguna akhir melalui satu atau lebih jaringan. Network layer akan memecah data menjadi sebuah paket berukuran kecil, dan akan menyusunnya kembali begitu sampai tujuan.

Sampainya tiap paket ketujuan didukung dengan protokol dari network layer sendiri, yakni IP (Internet Protocol). Ingatlah, bahwa setiap perangkat gadget yang tersambung ke internet memiliki alamat IP yang unik. Berikut adalah beberapa protokol umum dari network layers;

  • IP (Internet Protocol)
  • IPX (Internetwork Packet Exchange Protocol)
  • RIP (Routing Information Protocol)
  • ARP (Address Resolution Protocol)
  • dan lain-lain

Komunikasi LAN(Local Area Network) ditangani di lapisan ini dan di lapisan bawahnya. Contoh fisik dari data link layer adalah switch, jembatan untuk melewati frame antar node di LAN. Komunikasinya dapat berbentuk point to point atau point to multipoint.

Data dikirimkan sesuai tujuan dengan memanfaatkan alamat fisik dari node itu sendiri. Alamat fisik dari node dapat disebut sebagai MAC address (Media Access Control). Lapisan ini juga menyediakan fungsi kontrol aliran data, serta deteksi kesalahan tranmisi data yang terjadi, lalu melapornya ke lapisan atas.  Salah satu contoh protokol pada lapisan ini adalah HDLC (High-level Data Link Control).

Physical layer

Lapisan ini bertugas untuk melayani lapisan data link. Data yang datang dari lapisan diatasnya, dikonversi menjadi sinyal yang kemudian dikirim ke endpoint dengan koneksi fisik. Contoh nyata dari lapisan ini adalah NIC (Network Interface Card), HUB, Modem, dan lain-lain.

Kesimpulan

OSI Layer adalah bagian penting dari jaringan komputer, sehingga kita dapat bertukar informasi dengan orang lain. OSI memiliki 7 lapisan yang setiap lapisan bekerja dengan tiap lapisan di bawah dan di atasnya. Adapun ketujuh lapisan OSI adalah Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, Physical. Setiap layer memiliki protokol tersendiri dalam menjalankan tugasnya.

sumber : di bawah

Edwards, James & Bramante, Richard. 2009. Networking Self-Teaching Guide, OSI, TCP/IP, LANs, MANs, WANs, Implementation, Management, and Maintenance. Indianapolis: Wiley Publishing. Inc

Hosting Unlimited Indonesia
Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *