Apa itu Sysadmin ? Pembahasan lengkap lihat disini

  • 3 min read
  • May 18, 2020
Pengertian lengkap Sysadmin
Hosting Unlimited Indonesia

Materi-materi mengenai sysadmin dalam program studi Sistem Informasi Universitas Ahmad Dahlan banyak diulas pada mata kuliah Administrasi Sistem & Jaringan. Admin dan teman-teman admin biasa menyingkat nama matkul itu dengan ASJ. Secara keseluruhan mata kuliah ini bertujuan untuk menjadikan kamu paham kerja sysadmin.

Lalu apa itu sysadmin ?

Pengertian Sysadmin

Sysadmin merupakan kependekkan dari kata System Administrator. Merupakan seseorang yang bertugas untuk mengelola sistem dan jaringan dengan 3 pemecahan tugas, yakni;

  1. Manajemen utuh
  2. Konfigurasi perangkat baik keras maupun lunak, termasuk konfigurasi pelayanan
  3. Dokumentasi sistem

Ruang lingkup pengerjaaan yang di miliki oleh sysadmin bergantung pada pengelolaan organisasi tempat sysadmin sendiri. Dari pengertiannya saja kita sudah dapat memahami tugas-tugas utama dari sysadmin. Namun, kita juga dapat mengklarifikasi tugas sysadmin lebih rinci lagi dari segi perangkat yang dikelola, yakni pengelolaan komputer dekstop dan server.

Tugas sysadmin dalam pengelolaan komputer dekstop

Secara teori dari dokumen yang ditulis Prof Brian D. Davinson, di cse.lehigh.edu, ada 3 tugasutama sysadmin dalam pengelolaan komputer desktop atau nama lainnya workstations. 3 tugas utama tersebut adalah;

  1. Memuatkan sistem perangkat lunak dan aplikasi
  2. Update sistem perangkat lunak beserta dengan aplikasi tersebut
  3. Melakukan konfigurasi parameter jaringan

Dalam melaksanakan 3 tugas utama tersebut, sysadmin memiliki standar atau poin penting yang harus ditaati. Poin-poin penting tersebut adalah;

  • Pemuatan sistem harus konsisten bisa melewati mesin
  • Update dilakukan secara cepat
  • Konfigurasi jaringan menggunakan konsep manajemen sentral

Sysadmin juga harus memberikan solusi bersifat otomatis untuk semua platform sistem.

Pemuatan OS (Operating System) dan installasi aplikasi

Sysadmin memusatkan pemecahan masalah dengan cara otomatisasi. Cara itu akan menghemat waktu serta biaya. Contoh sistem operasi yang digunakan adalah Solaris JumpStart, Red Hat Kickstart, Windows AutoLoad. Terkadang metode clonning opsi wajib yang harus dilakukan pada saat otomatisasi.

Otomatisasi dilakukan dengan cara menyeluruh. Cara ini akan menghilangkan prompts di skrip installasi. Ketahui pula bahwa partial automation, atau otomatisasi sebagian lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Di sini, sysadmin dituntut untuk tidak menggunakan aturan default saat installasi, karena intruder mudah membaca pola yang ada yang telah jadi pakem banyak perangkat lain.

Update sistem perangkat lunak dan aplikasi

Update dilakukan untuk menemukan bug, celah keamanan, dan aplikasi-aplikasi yang bisa digunakan. Cara pelaksanaan bersifat otomatis, semisal Solaris AutoPatch, Windows SMS, Linux Package Update.

Konfigurasi parameter jaringan

Sysadmin haruslah seseorang yang paham konsep jenis dari alamat IP (internet protocol), yakni DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dan IP (Internet Protocol) Static.

Tugas sysadmin dalam pengelolaan server

Sysadmin yang dibutuhkan untuk pengelolaan server, haruslah memiliki “spek” lebih tinggi ketimbang sysadmin untuk pengelolaan workstation. Dikarenakan server adalah tempat ribuan data pengguna, maka kehandalan, high uptime, dan kemampuan menutup celah keamanan menjadi hal wajib yang harus dimiliki.

Secara garis besar, terdapat 2 perbedaan yang terdapat pada pengelolaan server, yaitu;

Memahami tipikal server

Konfigurasi OS (Operating System) server berbeda dengan desktops. Paham akan konsep kerja data center, kontrak maintenance, sistem disk backup, dan remote access.

Mampu memanage pembelian hardware untuk server

Mempunyai pertimbangan yang matang terhadap internal space, tidak terlalu banyak dan juga tidak terlalu sedikit. CPU (Central Processing Unit) performance yang memadai pelayanan. Support high performance I/O (Input/Output) sehingga memudahkan adaptasi perangkat tambahan

Pilihan upgrade lebih banyak dan Rack mountable, juga termasuk poin penting tugas sysadmin dalam pengelolaan server.

Kode etik sysadmin

Kode etik sysadmin terdiri atas 10 aspek, yakni profesionalisme, integritas pribadi, privasi, hukum dan kebijakan, komunikasi, integritas sistem, pendidikan, tanggung jawab kepada komunitas komputasi, tanggung jawab sosial, tanggung jawab etika.

  • Profesionalisme, menjalankan pekerjaan atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalani-nya
  • Integritas pribadi, jujur dan memiliki tantangan pribadi yang harus dilewati, dan juga menghindari konflik kepentingan
  • Privasi, mampu menjaga kerahasiaan informasi apapun atau amanah terdapat data yang dikelola
  • Hukum dan Kebijakan, mendidik diri sendiri agar bertindak sesuai atau relevan dengan Undang-Undang yang ada
  • Komunikasi, berusaha mendengar dan memahami kebutuhan semua pihak untuk dijadikan dasar pengembangan sistem
  • Integritas Sistem, mampu merancang sistem yang handal dan tersedia setiap saat
  • Pendidikan, meningkatkan wawasan setiap harinya untuk memperkaya pola pikir pengelolaan
  • Tanggung jawab kepada Komunitas Komputasi, bekerja sama dengan komunitas komputer untuk integrasi jaringan dan sumber daya komputasi yang ada
  • Tanggung jawab Sosial, rajin menulis dan adopsi kebijakan relevan dengan Undang-Undang prinsip yang ada
  • Tanggung jawab Etika, membangun suasana kerja yang aman, sehat dan produktif.

Contoh studi kasus pengelolaan sistem dan jaringan oleh sysadmin

Contohnya terdapat dalam jurnal berjudul “Analisis dan Optimalisasi Jaringan Menggunakan Teknik Load Balancing, Studi Kasus : Jaringan UAD KAMPUS 3″, ditulis oleh Muhammad Dedy Haryanto, dan Imam Riadi, sumber neliti.com

Tugas sysadmin berdasarkan teori terpatri sempurna pada contoh studi kasus di atas. Sysadmin melakukan manajemen , yakni manajemen bandwidth, guna menyama ratakan beban server. Konfigurasi IP (Internet Protocol) agar jaringan dapat melakukan load balancing. Dokumentasi yang dilakukan adalah dengan dimuatnya dokumen teknis ini di Google

Kesimpulan

Sysadmin adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam bidang administrasi sistem dan jaringan, dengan melakukan 3 tugas utama, yakni manajemen utuh, konfigurasi perangkat baik lunak dan keras, dan dokumentasi. Terbagi terhadap 2 jenis sysadmin berdasarkan perangkat yang dikelola, yakni sysadmin untuk pengelola workstation dan server.

Sysadmin juga memiliki kode etik tersendiri dalam standar kerja mereka

sumber : cse.lehigh.edu, arsip lautan-it, neliti.com, kuliah UAD

Hosting Unlimited Indonesia
Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *